Artikel Pendidikan
Bali Gata Tingkatkan Prestasi Belajar IPA
Oleh : Purwanto, S.Pd. Fis.
SMP Negeri 2 Tirtomoyo, Kecamatan Tirtomoyo
Mata pelajaran IPA merupakan ilmu untuk mencari jawaban atas fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru diharapkan bisa membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu peserta didik secara ilmiah, yang akan membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk mencari jawaban atas fenomena alam. Sehingga akan diperoleh prinsip-prinsip IPA yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak peserta didik yang mengeluhkan kesulitan dalam belajar IPA dan bermuara pada prestasi belajar yang relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh kesulitan peserta didik dalam merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru. Salah satu penyebab kesulitan belajar yaitu kurang tersedianya media pembelajaran yang relevan.
Media pembelajaran yaitu alat yang mampu membantu proses belajar mengajar serta berfungsi untuk memperjelas makna pesan atau informasi yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan (Surayya, 2012). Salah satu contoh dari media pembelajaran yaitu alat peraga. Alat peraga adalah media alat bantu pembelajaran dan segala macam benda yang digunakan untuk memperagakan materi pelajaran (Azhar Arsyad, 2013). Alat peraga membuat pembelajaran lebih aktif, peserta didik dapat melakukan berbagai kegiatan belajar seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan.
Gambar Pembelajaran menggunakan peraga Baligata
Dalam proses pembelajaran IPA pada materi Induksi Elektromagnetik di kelas IX SMP Negeri 2 Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri menggunakan alat peraga Bali Gata (Pembangkit Listrik Tenaga Tangan). Alat peraga ini merupakan alat peraga karya inovasi guru yang terbuat dari barang-barang bekas, sehingga dalam proses pembuatannya tidak membutuhkan biaya yang tinggi. Bahan yang dibutuhkan di antaranya motor listrik, kabel, lampu DC 6V, streng, poli, kayu, dan paku. Prinsip dari alat peraga ini adalah mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Motor listrik sebagai komponen utama pada alat peraga ini diubah fungsinya menjadi dinamo. Alat peraga Bali Gata dibuat untuk menyederhanakan bentuk dari pembangkit listrik yang sebenarnya dan disesuaikan dengan kemampuan berfikir peserta didik.
Penggunaan alat peraga Bali Gata di kelas terintegrasikan dengan model pembelajaran Discocvery Learning. Sintak pembelajaran diawali dari guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru mempersilahkan peserta didik menyiapkan dan mempelajari buku paket. Guru mempersilahkan peserta didik duduk secara berkelompok sesuai dengan daftar kelompok yang sudah terbentuk sebelumnya. Guru membagikan LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik) kepada masing-masing kelompok. Peserta didik mengambil alat untuk melakukan percobaan Bali Gata. Peserta didik terlibat dalam kegiatan menyusun, mencoba dan mengamati cara kerja alat peraga Baligata dalam kelompoknya. Peserta didik mendiskusikan lalu mempresentasikan hasilnya di hadapan kelompok lain. Guru membimbing peserta didik membuat membuat kesimpulan. Pada akhir kegiatan guru memberikan tugas proyek kepada peserta didik untuk membuat alat yang bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik, berdasarkan pengalaman yang didapat dari proses pembelajaran yang telah diikuti.
Berdasarkan data dari pelaksanaan dan setelah pembelajaran diperoleh hasil bahwa peserta didik terlibat aktif dan saling berbagi peran dalam melakukan kegiatan di kelas pada kelompok masing-masing, tampak antusias dalam melakukan kegiatan, hasil penilaian harian mengalami peningkatan yang segnifikan. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga Bali Gata mampu meningkatkan prestasi belajar IPA pada pada materi Induksi Elektromagnetik di kelas IX SMP Negeri 2 Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.
SMP NEGERI 2 TIRTOMOYO
1 Komentar
Endang - 20 Apr 2026
Ide yang kreatif dan menarik, teruslah kembangkan kreativitas untuk peningkatan kualitas dan hasil pembelajaran murid Pak.